Bahasa merupakan media ataupun alat yang membantu manusia berinteraksi antara satu dengan lainnya. Dengan bahasa, baik lisan, tulisan ataupun isyarat, komunikasi akan terjalin serta terjadi kontak sosial. Bahasa merupakan produk sosial atau budaya dari suatu kelompok masyarakat. Didalam tatanan masyarakat modern dewasa ini, serta semakin berkembangnya teknologi, bahasa inggris memegang peranan penting dalam komunikasi yang tidak hanya dibatasi oleh batas-batas geografis suatu negara, tetapi lebih jauh dari itu. Sehingga tidak mengherankan apabila bahasa Inggris digunakan hamper disemua belahan dunia untuk menjembatani perbedaan bahasa serta menjalin komunikasi antar penduduk dunia.
Sama halnya dengan Indonesia, dimana bahasa inggris juga diajarkan di sekolah-sekolah walaupun diajarkan sebagai bahasa asing. Mungkin, hal itulah yang menyebabkan banyaknya kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh pembelajar di Indonesia untuk menguasai bahasa Inggris.
Kesulitan-kesulitan ini bermacam-macam, mulai dari kesulitan mengucapkan kata, kesulitan dalam menuliskan atau mencari diksi yang sesuai, kesulitan dalam memahami makna atau konteks, dan juga kesulitan dalam memahami tata bahasa yang jelas berbeda dari tata bahasa bahasa Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya kesulitan-kesulitan tersebut diatas, baik faktor dari si pembelajar itu sendiri, faktor guru/sekolah, serta faktor lingkungan. Dari ketiga faktor diatas, faktor siswa akibat kurangnya motivasi menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk mengatasinya.
Sementara penggunaan computer dalam pengajaran dikenal dengan sebutan CALL atau Computer-Assisted Language Learning. Penggunaan computer atau CALL ini digunakan secara umum untuk presentasi didalam kelas dan dapat terkoneksi baik secara langsung ataupun tidak langsung dengan internet. Sementara itu, perkembangan internet yang semakin luas dan jauh menjangkau dalam kehidupan masyarakat, juga termasuk diantaranya bidang pendidikan menjadikan internet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia pendidikan sekarang ini. Kehadiran dan perkembangan ICT (Information and Communication Technology) atau yang lebih popular dengan sebutan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) membawa angin perubahan yang berdampak besar terhadap proses belajar mengajar didalam kelas.
Cannery (2014) menyimpulkan bahwa penggunaan internet dalam pengajaran bertujuan: (1) internet sebagai teknologi informasi, (2)internet sebagai teknologi komunikasi, dan (3) internet sebagai teknologi mobile (bergerak) dan sosial. Sehingga dia menyimpulkan bahwa penggunaan internet menyebabkan terjadinya exposure terhadap bahasa Inggris serta kesempatan yang luas untuk menggunakan dan berinteraksi dengan bahasa tersebut.
Ada beberapa poin yang dapat digarisbawahi dalam penggunaan ICT dalam pengajaran bahasa didalam kelas, yakni (1) ICT sangat mendukung prinsip pembelajaran modern dan dapat membantu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, (2) Guru dan siswa saling berbagi peran sehingga guru tidak selalu memonopoli proses belajar mengajar, dan (3) penggunaan ICT mengarah pada penggunaan media pembelajaran yang lebih menarik dan menantang bagi siswa.
ICT dalam pengajaran bahasa dapat dilihat dari banyaknya konten web yang berisikan pembelajaran bahasa, adanya kamus online, presentasi powerpoint, penggunaan flash, serta aktifitas lainnya. Integrasi ICT dalam pengajaran bahasa didalam kelas dapat mendukung pengajaran dan pemerolehan kosakata baru, penggunaan opini dan cara mengekspresikannya secara langsung dengan mengacu pada penutur asli, latihan tata bahasa, ataupun teks-teks yang berisikan informasi beragam jenis.
Keuntungan penggunaan ICT dalam pengajaran bahasa, diantaranya adalah (1) kemudahan mengakses informasi yang diperlukan kapan dan dimana saja, penggunaan kertas yang lebih sedikit, serta banyaknya pilihan yang dapat disesuaikan dengan minat dan ketertarikan terhadap topik atau bidang tertentu, (2) kemudahan untuk lebih mengerti tentang penggunaan bahasa dan budaya oleh penutur asli sehingga tidak perlu harus pergi ke negara penutur, tetapi cukup dengan melihat konten-konten yang berisikan penggunaan, pengekspresian serta berkomunikasi secara baik dan benar menggunakan bahasa Inggris, (3) dengan pemanfaatan yang tepat, siswa tidak hanya menjadi pasif tetapi menjadi aktif dalam mencari, mempelajari dan menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteksnya, siswa juga akan lebih banyak berlajar berbagi serta belajar secara kolaboratif dengan siswa lain, dan yang terpenting adalah siswa mampu belajar secara mandiri tanpa ketergantungan dengan guru, serta meningkatkan antusiasme dalam belajar.
Dengan menggunakan ICT, maka guru dan siswa mempunyai kesempatan yang luas untuk dapat (1) meningkatkan, melengkapi serta meng-update kemampuan bahasa Inggris mereka, (2) berbagi dan mencari sumber refensi sebanyak-banyaknya, (3) bekerja sama antara guru-guru ataupun siswa-siswa dari luar negeri, (4) mempublikasikan secara langsung karya-karya mereka, (5) berkomunikasi anpa adanya batasan ruang dan waktu, (5) mengakses media dan metodologi pembelajaran teranyar.
Penggunaan ICT dalam pengajaran bahasa dapat digunakan oleh guru sebagai alat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan menunjukkan secara langsung bahwa sebagian besar konten yang terdapat di internet menggunakan bahasa Inggris, guru juga harus bias memberikan contoh bagaimana menggunakan ICT yang tepat saat mempelajari bahaasa Inggris secara online. Guru juga harus memberikan kebebasan yang bertanggungjawab kepada siswa untuk berkmunikasi secara langsung melalu e-mail ataupun aplikasi lainnya dengan sepengetahuan guru, dan yang terakhir guru harus rutin memberikan tugas dimana siswa harus mampu memanfaatkan ICT dalam menyelesaikan tugas mereka tersebut.
Post a Comment