When Studying is A Life Style

October 2020

Menjadi seorang guru yang tidak hanya ‘capable’ dalam melakukan tugasnya didalam kelas tetapi juga ‘able’ untuk tetap mengikuti perkembangan jaman menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi saya. Menggunakan istilah sekarang, maka seorang guru harus mampu melakukan pekerjaannya baik secara ‘offline’ atau hadir secara nyata didepan siswa didalam kelas juga harus mampu hadir secara ‘online’, terlebih disaat ketika pandemi sedang terjadi seperti sekarang ini.

Mungkin, adanya pandemic menjadi ‘blessing in disguise’ tersendiri. Dimana sekarang guru harus mampu menghadirkan proses pembelajaran dengan berbasis TIK. Artinya guru sekarang dituntut untuk dapat paling tidak menguasai pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengoperasikan computer serta aplikasi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Sejak covid-19 melanda dan merubah kehidupan kita diberbagai bidang, termasuk didalamnya bidang Pendidikan. Secara langsung ataupun tidak langsung, guru harus mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Banyaknya aplikasi yang tersedia untuk menunjang proses pembelajaran, baik yang berbayar ataupun tidak juga menjadis sebuah phenomena yang menarik. Namun tentunya pemilihan dari aplikasi yang akan kita gunakan untuk kita tentunya didasarkan dengan kebutuhan, lokasi, serta fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia disekolah dan juga yang dimiliki oleh siswa.

Pemerintah dengan Portal Rumah Belajar (https://belajar.kemdikbud.go.id/) memberikan sebuah alternative bagi kita sebagai guru. Dimana kita diberikan kesempatan tidak hanya dapat mempergunakan fasilitas tersebut secara gratis, tetapi kita juga dapat berkontribusi dengan cara mengirimkan video pembelajaran hasil dari kreasi kita sendiri. Kolaborasi dari guru-guru se-Indonesia tentunya akan menjadikan Portal Rumah Belajar menjadi lebih besar, lebih lengkap, dan lebih mampu menjawab tantangan dari kemajuan dunia Pendidikan dengan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Sebagai seorang guru yang berasal bukan dari daerah perkotaan, mengikuti kegiatan program Peningkatan Kompetensi TIK Guru UNESCO dan menjadi Duta Rumah Belajar 2020 merupakan suatu kebanggan tersendiri. Menjadi Duta berarti mempunyai kesempatan untuk dapat berbagi banyak hal, seperti berbagi informasi dan pengetahuan, mempunyai kesempatan untuk dapat menjalin kerjasama dengan guru-guru dari seluruh Indonesia.

Menjadi Duta Rumah Belajar tidak hanya mensosialisasikan Portal Rumah Belajar kepada guru-guru ataupun siswa, tetapi juga mengajak kepada guru-guru yang mempunyai kapabilitas untuk turut berkontribusi dalam memperbanyak content dari portal itu sendiri. Sehingga bagi saya pribadi, Duta Rumah Belajar menjadi semacam refleksi dari guru Indonesia yang mampu berkreasi, mampu berbuat sesuatu untuk menjadikan Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik, khususnya dalam pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 

Terlepas menjadi seorang Duta Rumah Belajar, atau dengan status Sahabat Rumah Belajar sekarang, membuat kita semakin menyadari bahwa kita dapat berbuat sesuatu tidak hanya untuk diri kita sendiri, melainkan kita dapat berbuat banyak untuk orang lain, khususnya dengan guru-guru lain dengan maksud bukan untuk menggurui tetapi saling berbagi. Karena berbagi itu indah … Maka tetaplah berbagi untuk sesama … Thank you!

 


Salah satu kejadian tak terlupakan ketika mengikuti program ILEP (International Leaders in Education Program) di Amerika adalah ketika mendapatkan kesempatan untuk menghabiskan liburan di salah satu objek wisata terkenal di dunia, yakni Air Terjun Niagara.
Momen tersebut menjadi tidak terlupakan karena ketidaksengajaan dari pose kami yang berasal dari beberapa negara menarik perhatian wartawan lokal, James Neiss, dari suratkabar lokal 'Niagara Gazette' (www.niagara-gazette.com). Dia meminta kami untuk berpose ... Tentu saja tawaran tersebut tidak kami sia-siakan .... :) 

Suasana ruang guru yang biasanya terisi beberapa guru, hari itu terlihat lebih ramai dari biasanya. Walaupun pandemi sedang melanda kami, namun kami tetap menunaikan tugas tetap menerapkan protokol kesehatan.

Alhamdulillah, bertepatan dengan rapat bulanan Dewan Guru SMA Negeri 1 Mandastana, Kepala Sekolah, Bapak Arjudin, S.Pd., M.I.Kom. memberikan kesempatan kepada saya untuk mengadakan sosialisasi tentang kegiatan PembaTIK Level 4 dan Rumah Belajar. 


 

Semangat semua!!!

Kesempatan berbagi dengan rekan-rekan sejawat dalam Kegiatan Optimalisasi Pembelajaran Daring dan Sosialisasi Inovasi Rumah Belajar dan PembaTIK.

Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru mata pelajaran Bahasa Inggris dari SMA se Kabupaten Barito Kuala, diantaranya SMA Negeri 1 Mandastana, SMA Negeri 1 Tamban, SMA Negeri 1 Alalak, SMA Negeri 1 Marabahan serta sekolah lainnya dan dibuka oleh Ketua MKKS Kabupaten Barito Kuala, H. Rasyidi, S.Pd., M.M. 



Alhamdullilah ... Kegiatan berlangsung dengan lancar ....




MKRdezign

{facebook#nazar_bjm@yahoo.com} {google-plus#mrnazar@gmail.com} {youtube#MUHAMMAD NAZARUDDIN} {instagram#@mrnazar34}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget